Kamis, 19 April 2012

Contoh Penelitian Tentang Pendidikan Anak Usia Dini

Contoh Penelitian Tentang Pendidikan Anak Usia Dini

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi Penelitian Tentang Anak Usia Dini dengan judul "Hubungan Penidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah" yang disusun oleh sobat Rista Apriana - Program Studi Ilmu Keperawatan - Fakultas Kedokteran - Undip. atau mungkin sobat jurnal pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Tentang Anak Jalanan". semoga bermanfaat...


Abstrak
Masa emas (golden age) perkembangan anak terjadi pada usia prasekolahdimana 80% perkembangan kognitif telah dicapai pada masa ini. Perkembangan kognitif anak harus mendapat stimulasi agar dapat berkembang optimal. PAUD yang efektif sangat bermanfaat untuk membangun struktur perkembangan kognitif anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Pendidikan Anak Usia Dini dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik Semarang. Metode Penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 54   responden pada periode April 2009 di kelurahan Tinjomoyo kecamatan Banyumanik  Semarang. Hubungan Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah dianalisis dengan menggunakan  chi square corelation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah (p value=0,000). Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menentukan perkembangan kognitif anak usia prasekolah. Penting bagi orang tua mengetahui pentingnya peranan PAUD bagi perkembangan anak.

PENDAHULUAN
Sejak lahir sampai usia 3 tahun anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat menyerap pengalaman­pengalaman melalui sensorinya; usia satu setengah tahun sampai kira­kira 3 tahun mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara, bercakap­cakap) (Theo & Martin, 2004).

Hasil­hasil studi dibidang neurologi mengetengahkan antara lain bahwa perkembangan kognitif anak telah mencapai 50% ketika anak berusia 4 tahun, 80% ketika anak berusia 8 tahun, dan genap 100% ketika anak berusia 18 tahun (Osborn, White, dan Bloom). Studi tersebut makin menguatkan pendapat para ahli sebelumnya, tentang keberadaan masa peka atau masa emas (golden age) pada anak­anak usia dini. Masa emas perkembangan anak yang hanya datang sekali seumur hidup tidak  boleh  disia­siakan. Hal  itu  yang  memicu  makin  mantapnya anggapan bahwa  sesungguhnya pendidikan yang dimulai setelah usia SD tidaklah benar. Pendidikan  harus sudah dimulai sejak usia dini supaya tidak  terlambat. Sehingga penting bagi anak untuk mendapatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) (martini, 2006).

Pendidikan anak usia dini (PAUD)  adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir  sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) justru belum banyak mendapat perhatian. Saat ini, pendidikan usia dini baru diperoleh oleh sebagian kecil  anak  di Indonesia. Hasil pendataan Depdiknas  pada tahun 2002, baru 28 persen dari 26,1 juta anak usia 0­6 tahun yang mendapat pendidikan usia dini. Sebagian besar di antara mereka, yakni 2,6 juta, mendapatkan pendidikan dengan jalan  masuk ke Sekolah Dasar pada usia lebih awal. Sebanyak  2,5  juta  anak mendapat pendidikan di Bina Keluarga Balita (BKB), 2,1 juta anak bersekolah di TK atau Raidhatul Atfhal, dan sekitar 100.000 anak di kelompok bermain (play group). Rasio jumlah lembaga pendidikan dan anak usia dini diperkirakan 1:8. Data tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) belum cukup mendapatkan perhatian padahal kapasitas perkembangan kognitif anak sudah dapat terbentuk pada usia dini jauh dibawah usia sekolah (Enung, 2006).

Hal tersebut merupakan suatu masalah yang perlu mendapatkan perhatian dimana masih banyak pihak yang belum mengetahui pentingnya pendidikan anak usia bagi  perkembangan kognitif anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan keikutsertaan anak usia prasekolah dalam program PAUD dan perkembangan kognitif anak usia prasekolah serta untuk mengetahui hubungan Pendidikan Anak Usia Dini   (PAUD) dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah. manfaat dari penelitian  ini adalah untuk memberikan masukan bagi pendidik PAUD untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga metode yang digunakan sesuai dengan tahap perkembangan anak, memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengikutsertakan anak  dalam program PAUD untuk merangsang perkembangan kognitif anak serta memberikan informasi bagi perawat untuk dapat mengaplikasikan ilmu keperawatan pada komunitas PAUD.

selengkapnya mengenai contoh penelitian tentang pendidikan anak usia dini (download disini) gratis

itulah tadi artikel tentang Contoh Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

4 komentar:

  1. terima kasih brother.... oiya jika Anda mencari info penelitian tentang pendidikan silhkan kunjungi blog saya

    Penelitian tentang pendidikan

    BalasHapus
  2. Artikelnya sangat bermanfaat, makasih

    BalasHapus