Selasa, 24 April 2012

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Cohen dkk

Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Cohen dkk

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang "Penelitian Tindakan Kelas Model Cohen dkk" yang disusun oleh Dra. Sukayati, M.Pd. (beliau adalah narasumber/fasilitator di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas "Contoh Penelitian Tentang Jejaring Sosial Facebook".semoga bermanfaat.


Langkah-langkah PTK Model Cohen dkk
Oleh: Dra. Sukayati, M.Pd

Bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh bila guru yang berperan sebagai peneliti mau melaksanakan PTK? Apakah ada aturan-aturan yang harus ditaati atau dilaksanakan saat penelitian? Rumitkah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali muncul dalam pikiran guru, yang kadang-kadang membuat takut sebelum melangkah untuk merencanakan PTK.

Saat melaksanakan PTK, peneliti harus mengikuti langkah-langkah tertentu agar proses yang ditempuh tepat, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam Penelitian Tindakan Kelas Model Cohen dkk ada beberapa langkah yang hendaknya diikuti dalam melakukan PTK (disarikan dari Marzuki: 1997 dan Suwarsih: 1994). Beberapa langkah tersebut adalah sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dianggap penting dan kritis yang harus segera dicarikan penyelesaian dalam pembelajaran seharihari, antara lain meliputi ruang lingkup masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah.

a. Ruang lingkup masalah
Di bidang pendidikan, PTK telah digunakan untuk pengembangan kurikulum dan program perbaikan sekolah. Contoh PTK dalam pembelajaran berkaitan dengan:
  • metode/strategi pembelajaran;
  • media pembelajaran.
b. Identifikasi masalah
Masalah yang akan diteliti memang ada dan sering muncul selama proses pembelajaran sehari-hari sehingga perlu dicarikan penyelesaian.
Ada beberapa kriteria dalam menentukan masalah yaitu:
  • masalahnya memang penting dan sekaligus signifikan dilihat dari segi pengembangan kelas dan sekolah;
  • masalah hendaknya dalam jangkauan penanganan;
  • pernyataan masalahnya harus mengungkap beberapa dimensi fundamental mengenai penyebab dan faktor, sehingga pemecahannya dapat dilakukan berdasar hal-hal fundamental ini dari pada berdasarkan fenomena dangkal.
c. Perumusan masalah
Pada intinya, rumusan masalah seharusnya mengandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan. Dalam merumuskan masalah PTK, ada beberapa petunjuk yang dapat digunakan sebagai acuan yang disarikan dari Suyanto (1997) dan Sukarnyana (1997). Beberapa petunjuk tersebut antara lain:
  • masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, dalam arti tidak mempunyai makna ganda dan pada umumnya dapat dituangkan dalam kalimat tanya;
  • rumusan masalah hendaknya menunjukkan jenis tindakan yang akan dilakukan dan hubungannya dengan variabel lain;
  • rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik, artinya dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut.
2. Analisis masalah
Analisis masalah perlu dilakukan untuk mengetahui dimensi-dimensi problem yang ada untuk mengidentifikasi aspek-aspek pentingnya sehingga dapat memberikan penekanan tindakan.

3. Merumuskan hipotesis tindakan
Hipotesis dalam PTK bukan hipotesis perbedaan atau hubungan, melainkan hipotesis tindakan. Rumusan hipotesis tindakan memuat jawaban sementara terhadap persoalan yang diajukan dalam PTK. Jawaban itu masih bersifat teoritik dan dianggap benar sebelum terbukti salah melalui pembuktian dengan menggunakan data dari PTK.

4. Membuat rencana tindakan dan pemantauan
Rencana tindakan memuat informasi-informasi tentang hal-hal sebagai berikut:
  • apa yang diperlukan untuk menentukan kemungkinan pemecahanmasalah yang telah dirumuskan;
  • alat-alat dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan data;
  • rencana pencatatan data dan pengolahannya;
  • rencana untuk melaksanakan tindakan dan evaluasi hasil.
5. Pelaksanaan tindakan dan pencatatan
Pelaksanaan tindakan yang telah direncanakan hendaknya cukup fleksibel untuk mencapai perbaikan yang diinginkan. Dalam hal ini jika sesuatu terjadi dan memerlukan perubahan karena tuntutan situasi (pada saat pelaksanaan tindakan), maka peneliti hendaknya siap melakukan perubahan asal perubahan tersebut mendukung tercapainya tujuan PTK. Pada saat pelaksanaan tindakan berarti pengumpulan data mulai dilakukan. Data yang dikumpulkan mencakup semua yang dilakukan oleh tim peneliti yang terkait dalam PTK, antara lain melalui angket, catatan lapangan, wawancara, rekaman video, foto, dan slide.

6. Mengolah dan menafsirkan data
Isi semua catatan hendaknya dilihat dan dijadikan landasan untuk refleksi. Dalam hal ini peneliti harus membandingkan isi catatan yang dilakukan tim untuk menentukan hasil temuan. Semua yang terjadi baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan perlu dianalisis untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan ke arah perbaikan.

7. Pelaporan hasil
Hasil dari analisis data dilaporkan secara lengkap tentang pelaksanaan tindakan yang telah direncanakan maupun perubahan yang mungkin terjadi.

Daftar Pustaka
  • Madya, Suwarsih. 1994. Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP.
  • Marzuki. 1997. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Seminar dan Pelatihan Nasional. Malang: Pasca Sarjana IKIP.
  • Sukarnyana, Wayan. 1990. Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas. Makalah disajikan dalam Lokakarya PTK bagi guru SLTP, MTs, SMU, MA dan SMK se-Kodya Malang. Malang: IKIP.
  • Suyanto. 1997. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Bagian Kesatu: Pengenalan PTK. Yogyakarta: IKIP.
Sobat jurnal pendidikan juga bisa mendapatkan modul penelitian tindakan kelas (ptk) yang disusun oleh Dra. Sukayati, M.Pd disini (download) gratis.

itulah tadi posting Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas Model Cohen dkk. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

1 komentar: