Sabtu, 05 Mei 2012

Contoh Penelitian Tentang Buah Anggur

Penelitian Tentang Buah Anggur

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Anggur dengan judul "Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol 70% Buah Anggur Biru (Vitis Vinifera L) Terhadap Kelarutan Kalsium Batu Ginjal" yang disusun Oleh Dra. FATIMAH NISMA. M.Si (Jurusan Farmasi FMIPA Uhamka, Jakarta). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Penelitian Tentang Buah Manggis :: Perbandingan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana Linn) dengan Ketokonazole 2% dalam Menghambat Pertumbuhan Pityrosporum Ovale pada Ketombe". semoga bermanfaat.

Contoh Penelitian Tentang Buah Anggur

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL 70% BUAH ANGGUR BIRU ( Vitis vinifera L. ) TERHADAP KELARUTAN
KALSIUM BATU GINJAL

Oleh: Dra. FATIMAH NISMA. M. Si (Jurusan Farmasi FMIPA Uhamka, Jakarta)

ABSTRAK

Buah anggur biru (Vitis vinifera L.) ini memiliki kandungan kimia tanin, melatonin, riboflavin, flavonoid, resveratrol, quersetin, kalium, magnesium, kalsium, asam sitrat, vitamin A, B1, B6, C, E, dan K. Tanaman ini berkhasiat melancarkan buang air kecil dan membantu fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak etanol 70% buah anggur biru (Vitis vinifera L.) terhadap kemampuannya melarutkan kalsium batu ginjal yang diukur dengan spektrofometer serapan atom (SSA).

Terhadap ekstrak kental buah anggur biru (Vitis vinifera L.) dilakukan uji penafisan fitokimia dan susut pengeringan. Setelah itu ekstrak dibuat dalam berbagai konsentrasi yaitu 20, 40, 80, 160, dan 320 ppm, batu ginjal ditimbang 100 mg kemudian dimasukkan ke dalam masing-masing konsentrasi zat uji yang telah di buat. Setelah itu diinkubasikan selama 3 jam pada suhu 37°C, kemudian didestruksi lalu diukur kadar kalsiumnya dengan menggunakan alat spektrofotometer serapan atom pada ë 422.7 nm.

Hasil pengukuran % kelarutan Ca yang diperoleh untuk sampel uji dengan konsentrasi masing-masing 20, 40, 80, 160 dan 320 ppm adalah 0,145±0,005; 0,200±0,003; 0,220±0,003; 0,240±0,002 dan 0,296±0,007 %. Dengan menggunakan ANOVA satu arah dan ditentukan perbedaan bermakna dari ke-5 perlakuan tersebut, didapatkan nilai sig = 0,000 < á = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa perendaman kalsium batu ginjal dengan ekstrak etanol 70% buah anggur biru (Vitis vinifera L.) mempunyai pengaruh secara bermakna. Setelah itu, uji dilanjutkan dengan LSD (Least Significant Difference) yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak kental terhadap perbedaan jenis batu ginjal yang diuji diperoleh nilai Mean Diffence > 0,05 sehingga dapat dikatakan ada perbedaan bermakna terhadap ketiga jenis batu. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak dapat melarutkan ketiga jenis batu ginjal yang diuji.

PENDAHULUAN

Dewasa ini, masyarakat Indonesia dalam kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan, Khususnya di bidang pemeliharaan kesehatan. Ini memaksa kita untuk menjaga kembali potensi alam nabati Indonesia dalam upaya menangulangi berbagai penyakit atau ganguan kesehatan yang mungkin timbul.

Indonesia dikenal sebagai gudangnya tumbuhan berkhasiat obat, namun demikian masih banyak tanaman obat yang belum dibuktikan khasiatnya dan belum didukung data ilmiah yang lengkap, padahal banyak masyarakat yang memilih untuk menggunakan obat tradisional karena harganya relatif murah dan tidak memiliki efek samping yang berarti. Agar peranan obat tradisional dapat ditingkatkan, maka diperlukan upaya penggenalan, penelitian dan penggujian khasiat serta keamanannya.

Anggur biru (Vitis vinifera L.) adalah jenis buah yang banyak tumbuh di Indonesi memiliki warna yang biru, rasa asam biasanya dimakan saja atau di buat koktail. Buah anggur biru (Vitis vinifera L.) ini memiliki kandungan kimia tanin, melatonin, riboflavin, flavonoid, resveratrol, quersetin, kalium, magnesium, kalsium, asam sitrat, vitamin A, B1, B6, C, E, dan K. Tanaman ini berkhasiat menurunkan kolesterol, melancarkan buang air kecil, membantu fungsi ginjal, mencegah kanker, mencegah osteoporosis, melancarkan peredaran darah, melawan virus, dan infeksi. Kandungan kimia yang berfungsi sebagai melarutkan kalsium batu ginjal adalah flavonoid, asam sitrat dan kalium.(anonim, 2009 dan Johnny R.H, 1994).

Batu ginjal adalah batu-batu kecil yang terbentuk di dalam ginjal akibat pengendapan yang terjadi di urin bergerak turun ke pipa kemih (ureter). Batu ini dapat menyumbat saluran air seni (urethra) dan sewaktu buang air kecil menyebabkan terasa nyeri serta sukar keluar. Kandungan batu ginjal dapat berupa kalsium oksalat dan kalsium pospat atau gabungan keduanya (Ari W Sundoyo dan Bambang S, 2006). Batu ginjal terbentuk akibat kejenuhan air kemih, gangguan keasaman ginjal, dan menurunnya faktor penghambat pembentukan kristal pada orang dewasa sehat, pH urin berkisar antara 4,5-8,0 sedangkan pH urin rata-rata adalah 6,0. Air kemih yang bersifat asam memudahkan terbentuknya batu kalsium dan asam urat, sedangkan air kemih yang bersifat basa memudahkan terbentuknya batu sutruvit. Oleh sebab itu, mengukur keasaman urin sangat penting (B. Suharjo. B dan Cahyono, 2009).

Beberapa penelitian telah dilakukan mengenai efek kelarutan batu ginjal, khususnya batu kalsium dengan mengunakan tanaman tradisional antara lain: lobak (Rhapanus sativus), meniran (Phyllanthus niruri, L.), tempuyung (Sonchus arvensis), daun kecibeling (Strobilanthes crispus), buah kacang panjang (Vigna sinensis ENDL.). Dari penelitian tersebut di peroleh bahwa semua jenis tumbuhan di atas mempunyai kemampuan dapat melarutkan kalsium batu ginjal (Suparmi. 2008, Purwaningrum dan kadarsih, 2005 dan Kurnia, E. et al. 1975), namun belum ada penelitian yang dilakukan untuk mempelajari kelarutan batu ginjal dengan buah anggur biru, sedangkan anggur biru banyak ditemui dalam masyarakat kita.

Secara normal, pembentukan kalsium batu ginjal di hambat oleh flavonoid, kalium, magnesium, dan asam sitrat (anonim, 2009 dan Ari W Sundoyo, Bambang S, 2006)). Senyawa flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar ditemukan di alam. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, unggu, biru, dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan.

Kalsium pada batu ginjal di duga dapat membentuk senyawa kompleks dengan gugus – OH dari flavonoid sehingga membentuk Ca-flavonoid. Senyawa kompleks ini diduga lebih mudah larut dalam air, sehingga air yang ada dalam urin akan membantu kelarutan batu tersebut. Aktivitas diuretik dari flavonoid dapat membantu pengeluaran batu dari dalam ginjal yaitu dikeluarkan bersama urin, sementara kalium akan berkompetisi dan memisahkan ikatan kalsium dengan oksalat sehingga kalsium batu ginjal menjadi terlarut (J. B. Suharjo dan Cahyono, Sp. 2009).

Dengan merendam kalsium batu ginjal dalam ekstrak etanol 70% buah anggur biru (Vitis vinifera L.) yang mengandung flavonoid, kalium, Asam sitrat, dan magnesium diharapkan akan dapat melarutkan kalsium batu ginjal. Penentuan kalsium ditentukan dengan metode spektrofotometer serapan atom (AAS). Sebelum pengukuran dilakukan terlebih dahulu, kalsium batu ginjal diinkubasikan dengan bahan uji pada berbagai konsentrasi, setelah diinkubasi kalsium batu ginjal didestruksi dengan asam kuat pada suhu tinggi.

Selengkapnya mengenai Penelitian Buah Anggur dengan judul "Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol 70% Buah Anggur Biru (Vitis Vinifera L) Terhadap Kelarutan Kalsium Batu Ginjal". silakan sobat (download).

itulah tadi posting Contoh Penelitian Tentang Buah Anggur. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

0 komentar:

Poskan Komentar