Minggu, 06 Mei 2012

Contoh Penelitian Tentang Buah Duku

Penelitian Tentang Buah Duku

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Tentang Buah Duku dengan judul "SIFAT KIMIA DAN FISIKA BUAH DUKU ASAL BATANGHARI PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN" yang disusun Oleh sobat Yusnaidar (Staf Pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Tentang Buah Cempedak :: Model Terapi Kombinasi Ekstrak Etanol 80% Kulit Batang Cempedak (Artocarpus Champeden Spreng.) dan Artesunat pada Mencit Terinfeksi Parasit Malaria". semoga bermanfaat.

ilustrasi

SIFAT KIMIA DAN FISIKA BUAH DUKU ASAL BATANGHARI PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN
Yusnaidar
Staf Pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi
e-mail : yus_naidar@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sifat kimia dan fisika buah duku asal Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi pada berbagai tingkat kematangan dan menentukan tingkat ketuaan panen optimum buah duku asal Kabupaten Batanghari. Rancangan percobaan yang digunakan asalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan tingkat kematangan panen buah duku yaitu, 4, 7 dan 10 hari setelah kulit buah duku berwarna kuning kehijauan (skk). Selanjutnya buah duku untuk setiap tingkat kematangan dianalisa sifat kimia dan fisikanya.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan buah duku Batanghari yang dipanen setelah kulit buah duku berwarna kuning kehijauan berpengaruh terhadap vitamin C, total asam, total padatan terlarut,dan warna buah duku, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air buah duku. Tingkat kematangan optimum untuk pemanenan buah duku Batanghari adalah pada 7 hari skk.

Kata kunci : duku, kematangan, panen

ABSTRACT
The objectives of this research were to analyze the chemical and physical properties of duku fruit from Batanghari District in Jambi Province at various level of ripeness and to determine the optimum level of ripeness for harvesting. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD). The factor investigated was the ripeness levels of harvested duku fruit, which were 4, 7, and 10 days after the skin of duku fruit becomes greenish yellow (skk), respectively. Then, the chemical and physical properties of duku fruit were analyzed for each level of ripeness.

The result has shown that the level of ripeness of duku fruit from Batanghari District harvested after the skin of duku fruit becomes greenish yellow had significant effect on the vitamin C, total soluble solid, total acid, and color of duku fruit. However, it had no significant effect on the moisture content of duku fruit. The optimum level of ripeness for harvesting duku fruit from Batanghari District was at 7 days skk.

Keywords : duku fruit, ripeness, harvest

PENDAHULUAN
Buah duku merupakan salah satu buah unggulan Provinsi Jambi. Sentra Produksi duku di Jambi adalah Kabupaten Muaro Jambi, Bungo, Merangin, Sarolangun, Batanghari, dan Tebo1). Pengembangan buah duku di Jambi masih terbuka luas karena agroklimat di Jambi sesuai untuk pertumbuhan buah duku.

Buah duku disukai karena rasanya manis. Buah duku cukup baik dikonsumsi karena kandungan nilai gizi yang cukup tinggi, terutama kandungan vitamin C-nya. Dalam setiap 100 g buah duku masak, kurang lebih 64 % adalah bagian yang dapat dimakan.

Dibandingkan dengan duku daerah lain seperti Palembang, duku asal Jambi masih kurang dikenal. Duku asal Jambi mempunyai ciri khas yaitu memiliki rasa yang enak, manis, daging buah yang tebal dan biji yang kecil. Keanekaragaman duku asal Jambi sangat tinggi, tetapi belum diketahui sifat dan karakteristiknya. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi dan karakterisasi sifat kimia dan fisika buah duku Jambi sehingga diperoleh deskripsi buah duku asal Jambi.

Umumnya buah duku dikonsumsi dalam bentuk segar. Faktor penting yang mempengaruhi mutu buah duku untuk konsumsi segar adalah tingkat ketuaan buah sewaktu panen. Faktor ini merupakan hal yang kritis, karena bila tidak dipenuhi maka mutu dan rasa buah terbaik tidak akan didapat. Untuk itu, saat petiknya harus benar-benar dalam keadaan sudah masak. Pemetikan sebelum saat siap petik dapat menurunkan mutu dan kualitas rasa buah menjadi asam dan warna yang kurang menarik Pemetikan pada saat yang tepat menyebabkan buah duku mempunyai rasa yang manis dan warna yang lebih menarik. Sedangkan pemetikan lewat masak menyebabkan umur simpan buah duku menjadi pendek.

Perlu diketahui tanda-tanda buah duku siap panen untuk mendapatkan buah yang berkualitas baik. Buah duku siap panen biasanya kulit buah berwarna kuningkehijauan atau kuning-keputihan serta buah agak lunak. Tanda-tanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah dan warna daging buah transparan. Untuk menentukan tingkat kematangan buah duku asal Kabupaten Batanghari siap panen sejauh ini belum ada standar objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sifat kimia dan fisika buah duku asal Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi pada berbagai tingkat kematangan dan menentukan tingkat ketuaan panen optimum buah duku asal Kabupaten Batanghari.

METODE PENELITIAN

Bahan
Bahan yang digunakan adalah buah duku yang berasal dari Desa Sungai Rengas Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi pada tiga tingkat kematangan. Rancangan Percobaan Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan tingkat kematangan buah duku yaitu 4, 7 dan 10 hari skk.

Pelaksanaan Penelitian
Buah duku dipanen pada tiga tingkat kematangan dihitung dari warna kulit buah duku yaitu 4, 7 dan 10 hari setelah kulit buah duku berwarna kuning kehijauan (skk). Buah duku berwarna kuning kehijauan adalah jika warna kuning telah dominan dibandingkan warna hijau pada kulit buah duku. Pengamatan dilakukan terhadap vitamin C, total asam, total padatan terlarut (TPT), kadar air dan warna buah duku.

Analisis Data
Analisa data menggunakan analisa ragam dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5 %.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Vitamin C
Rata-rata kandungan vitamin C buah duku akibat perbedaan tingkat kematangan disajikan pada Tabel 1. Hasil analisis uji DNMRT menunjukkan, bahwa kandungan vitamin C tingkat kematangan 7 hari skk berbeda nyata dengan tingkat kematangan 4 hari skk dan 10 hari skk. Semakin tua buah duku yang dipanen, kandungan vitamin C buah cenderung menurun.

Tabel 1. Kandungan Vitamin C duku Batanghari pada tiga tingkat kematangan


Ket. : Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf α = 5% menurut DNMRT

Total Asam
Rata-rata nilai total asam buah duku akibat perbedaan tingkat kematangan menurut uji DNMRT disajikan pada Tabel 2. Total asam buah duku berkorelasi secara negatif dengan tingkat kematangan dengan nilai koefisien korelasi -0,97. Ini berarti semakin matang buah duku maka nilai kandungan asam semakin menurun.

Tabel 2. Total asam duku Batanghari pada tiga tingkat kematangan


Ket. : Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf α = 5% menurut DNMRT

Hasil analisis uji DNMRT
menunjukkan kandungan asam buah duku yang dipanen pada tingkat kematangan 4 hari skk berbeda nyata dengan tingkat kematangan 7 dan 10 hari skk.

Bertambahnya tingkat kematangan buah duku dari 4 hari skk menjadi 10 hari skk mengakibatkan penurunan kandungan asam buah duku sebesar 29,64 %.

Kadar air
Penurunan ini disebabkan karena asam digunakan untuk aktivitas metabolisme selama proses pematangan.

Rata-rata kadar air buah duku untuk tiap tingkat kematangan dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil analisis uji lanjut DNMRT menunjukkan kadar air buah duku yang dipanen pada berbagai tingkat kematangan tidak berbeda.

Tabel 3. Kadar Air buah duku Batanghari pada tiga tingkat kematangan


Ket. : Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf α = 5% menurut DNMRT

Total Padatan Terlarut (TPT)
Rata-rata nilai TPT buah duku untuk tiap tingkat kematangan dapat dilihat pada Tabel 4. Nilai TPT buah duku pada berbagai tingkat kematangan berkorelasi secara positif yaitu 0,517. Ini berarti semakin matang buah duku maka nilai TPT semakin tinggi.

Tabel 4. TPT buah duku Batanghari pada tiga tingkat kematangan


Ket. : Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf α = 5% menurut DNMRT

Hasil analisis uji lanjut DNMRT
menunjukkan, nilai TPT buah duku pada tingkat kematangan 4 hari skk berbeda nyata dengan tingkat kematangan 7 dan 10 hari skk. Peningkatan tingkat kematangan buah duku dari 4 hari skk menjadi 7 hari skk dapat meningkatkan nilai TPT buah duku sebesar 13,2 %. Peningkatan kadar TPT disebabkan karena selama proses pematangan terjadi hidrolisis pati menjadi gula-gula sederhana glukosa, sukrosa dan
fruktosa5).

Warna
Pada banyak buah-buahan tropis, warna kulit menggambarkan tingkat kematangan. Warna yang ada pada buahbuahan disebabkan oleh pigmen yang dikandungnya. Semakin matang buah biasanya warna akan berubah semakin terang, misalnya dari hijau ke kuning, lalu ke merah. Disamping itu warna dapatmempengaruhi kesukaan konsumen terhadap suatu produk.

Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat kematangan berpengaruh terhadap indeks warna hijau, merah dan biru buah duku. Indeks warna buah duku pada tiga tingkat kematangan disajikan pada Tabel 5.

Indeks warna hijau buah duku berkorelasi negatif dengan tingkat kematangan buah duku dengan nilai koefisien korelasi -0,78. Hal ini berarti semakin rendah indeks warna hijau maka buah duku semakin matang.

Tabel 5. Indeks warna buah duku Batanghari pada tiga tingkat kematangan


Keterangan : Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada taraf α = 5% menurut DNMRT

Hasil uji DNMRT menunjukkan indeks warna hijau buah duku berbeda untuk setiap tingkat kematangan.

Indeks warna merah buah duku berkorelasi secara positif dengan tingkat kematangan dengan nilai koefisien korelasi 0,34. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi indeks warna merah semakin matang buah duku. Hasil uji DNMRT menunjukkan indeks warna merah buah duku untuk tingkat kematangan 4 hari skk tidak berbeda dengan tingkat kematangan 7 hari skk, tetapi berbeda dengan tingkat kematangan 10 hari skk.

Indeks warna biru buah duku berkorelasi secara positif dengan tingkat kematangan buah duku dengan nilai koefisien korelasi 0,53. Hal ini menunjukkan semakin tinggi indeks warna biru maka buah duku semakin matang. Hasil uji DNMRT menunjukkan indeks warna biru buah untk tingkat kematangan 4 hari
skk berbeda dengan tingkat kematangan 7 hari dan 10 hari skk.

KESIMPULAN
Tingkat kematangan buah duku Batanghari yang dipanen setelah kulit buah duku berwarna kuning kehijauan berpengaruh terhadap vitamin C, total asam, total padatan terlarut dan warna buah duku, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air buah duku.

Tingkat kematangan optimum untuk pemanenan buah duku Batanghari adalah pada 7 hari skk.

UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih kami sampaikan pada Dirjen Dikti atas pendanaan melalui Dana Hibah Pekerti(No.307/P4T/DPPM/PHP/IV/2003.Tanggal 25 April 2003).

DAFTAR PUSTAKA
  • Asni, N., 2004, Upaya Memperpanjang Masa Simpan Duku. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi, Jambi.
  • Hernita, D., 2004, Bibit Bermutu dengan Metode Sambung Pucuk, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi, Jambi.
  • Paull, R.E., 1996, Longkong, Departement of Tropical Plant and Soil Sciences, University of Hawaii, Honolulu.
  • Widyastuti, Y.E., dan Regina, K., 2000, Duku Jenis dan Budidaya, Penebar Swadaya, Jakarta.
  • Winarno, F.G., 2002, Fisiologi Lepas Panen Produk Hortikultura, M-Brio Press, Bogor.
sumber: Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi (unja-jisic.com)

itulah tadi posting Contoh Penelitian Tentang Buah Duku. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

0 komentar:

Poskan Komentar