Sabtu, 07 Juli 2012

Contoh PTK Tata Busana | Penelitian Tindakan Kelas

Contoh Penelitian Tindakan Kelas Tata Busana

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Tindakan Kelas dengan judul "Implementasi Pembelajaran Berbasis Produksi Melalui Media Dan Sumber Belajar Kontekstual Dalam Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Desain Busana Mahasiswa Pendidikan Tata Busana" yang disusun Oleh sobat I Gede Sudirtha (Jurusan PKK Fakultas Teknologi Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Tentang Buah Gandaria".semoga bermanfaat.

ilustrasi

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PRODUKSI MELALUI MEDIA DAN SUMBER BELAJAR KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HASIL BELAJAR DESAIN BUSANA MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BUSANA
FPTK IKIP NEGERI SINGARAJA


oleh  
I Gede Sudirtha
J u r u s a n    P K K
Fakultas Teknologi Kejuruan,  Universitas Pendidikan Ganesha


ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam pembelajaran, (2) meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, dan (3) meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran Desain, dengan menerapkan pembelajaran berbasis produksi melalui media dan sumber belajar kontekstual. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana FPTK IKIP Negeri Singaraja tahun akademik 2005/2006 yang berjumlah 8 orang, dengan objek penelitian persiapan belajar mahasiswa, aktivitas belajar mahasiswa, kualitas proses belajar, kualitas hasil belajar mahasiswa, dan persepsi mahasiswa terhadap strategi pembelajaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis produksi melalui media dan sumber belajar kontekstual pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana FPTK IKIP Negeri Singaraja dapat (1) meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam pembelajaran, (2) meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, dan (3) meningkatkan hasil belajar mahasiswa yang ditunjukkan oleh rerata skor yang diperoleh mencapai lebih besar dari 70 untuk setiap siklus dan ketuntasan belajar mahasiswa lebih besar dari 80% untuk setiap siklus pembelajaran. Secara umum mahasiswa memberikan respon positif terhadap strategi pembelajaran yang diterapkan yang ditunjukkan oleh lebih banyaknya responden yang memilih jawaban dengan kategori sangat setuju dan setuju dibandingkan dengan yang memilih jawaban tidak tahu dan tidak setuju untuk setiap item pertanyaan.

Kata kunci : pembelajaran, media, sumber belajar

1. Pendahuluan
Mata kuliah Desain Busana merupakan mata kuliah prasyarat di Program Studi Pendidikan Tata Busana. Karena merupakan  mata kuliah prasyarat, mahasiswa yang mengambil mata kuliah praktikum harus lulus mata kuliah Desain Busana karena setiap kuliah praktikum pasti diawali dengan menDesain sebelum lebih lanjut mengerjakan tugas/ materi berikutnya.

Di samping itu, dari sejumlah lulusan yang dihasilkan oleh program studi ini, sebagian dari mereka ada yang menjadi guru di SMK maupun di SLTP. Sebagian lagi ada yang bekerja di perusahaan yang relevan seperti garmen dan butik. Dari hasil survei pada saat membimbing mahasiswa PKL, maupun dari informasi alumni yang kebetulan bekerja di bidang seperti yang disebutkan di atas, tidak banyak dari mereka yang bisa diterima di bagian desain, tetapi lebih banyak di bagian patern (pola) dan bagian sample (contoh produksi). Hal ini menunjukkan bahwa lulusan program studi Pendidikan Tata Busana memiliki kompetensi yang masih relatif kurang di bidang Desain, sehingga masih banyak diperlukan upaya-upaya peningkatan kompetensi ke arah itu.

Terkait dengan hal di atas, khususnya pada mata kuliah Desain Busana, banyak  mahasiswa mengalami masalah dalam pemahaman dan pengembangan konsep serta menuangkan  ide-ide ke dalam karya (produk) karena mereka tidak memiliki latar belakang, pengalaman, pengetahuan awal (prior knowledge) yang jelas tentang apa yang akan dibuat, dipelajari, atau dilatihkan. Untuk dapat menghasilkan suatu produk Busana yang sesuai dengan trend dan selera pasar, dibutuhkan kemampuan dasar tentang analisis Mode, pengetahuan bahan, mengolah bahan dengan berbagai teknik hiasan, dan lain-lain,  dan selanjutnya bagaimana mengaplikasikan Mode itu sehingga menjadi karya yang layak. Kurangnya sumber belajar dan kemampuan mengembangkan dan memanfaatkan sumber belajar sangat berdampak pada sulitnya mengarahkan dan menanamkan konsep berkarya yang sesuai dengan perkembangan pasar (trend).   Hal ini menyebabkan kurang terarahnya kualitas proses dan hasil belajar.

Dari hasil analisis bersama tim pengajar Desain Busana, ada beberapa faktor yang dapat dianalisis sebagai penyebab dari kendala di atas. Pembelajaran cenderung berorientasi pada sumber belajar yang hanya bersifat tekstual (sumber belajar hanya terbatas pada buku-buku teks), dan kurangnya kesadaran mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekitar, seperti; pemanfaatan ajang peragaan Busana oleh para perancang lokal, nasional maupun mancanegara yang dapat dikemas menjadi sumber belajar yang relevan, pemanfaatan industri dan jasa Busana seperti butik, garment, show room, atau outlet-outlet Busana yang ada di toko-toko atau swalayan-swalayan di sekitar, yang dapat diakses secara gratis dan selalu up to date, serta pemanfaatan sarana multi media dalam mengemas pembelajaran. . . . . continue

Penutup
Dari hasil dan pembahasan di atas, dapat dirumuskan beberapa simpulan berikut ini. 1) Pembelajaran berbasis produksi melalui media dan sumber belajar kontekstual pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana FPTK IKIP Negeri Singaraja dapat meningkatkan kesiapan belajar mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas, aktivitas belajar mahasiswa, tetapi aktivitas ini perlu dibiasakan. 2) Pembelajaran berbasis produksi melalui media dan sumber belajar kontekstual pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana FPTK IKIP Negeri Singaraja dapat meningkatkan  kualitas hasil belajar mahasiswa. Rerata skor yang diperoleh lebih besar dari 70 dan ketuntasan belajar mahasiswa lebih besar dari 80% untuk setiap siklus pembelajaran 3) Secara umum mahasiswa memberikan respon positif terhadap strategi pembelajaran yang diterapkan pembelajaran berbasis produksi melalui media dan sumber belajar kontekstual dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Desain Busana. Kendala yang dihadapi dalam strategi pembelajaran ini adalah mahasiswa belum terbiasa memanfaatkan sumber belajar yang ada di lingkungan, dan membutuhkan waktu yang relatif lama dalam memperoleh hasil belajar yang optimal.

Implikasi dari penelitian ini adalah implementasi pembelajaran berbasis produksi melalui media dan sumber belajar kontekstual  dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar layak juga diterapkan dalam pembelajaran sejenis pada mata kuliah  lain.

Penelitian ini dilaksanakan terbatas hanya pada penerapan strategi pembelajaran dan hasil yang diperoleh terbatas pada aktivitas belajar dan hasil belajar sehingga perlu diupayakan alternatif tindakan yang lain dalam meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa jika implementasi pembelajaran berbasis produksi melalui media dan sumber belajar kontekstual dilaksanakan pada mata kuliah yang lain.


Beberapa paragraf diatas hanya sebatas kutipan saja, unutk selengkapnya mengenai Contoh PTK Tata Busana | Penelitian Tindakan Kelas sobat bisa baca atau download melalui link berikut ini : (klik disini)

itulah tadi Artikel tentang Contoh PTK Tata Busana. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

0 komentar:

Poskan Komentar