Minggu, 23 September 2012

Contoh Penelitian Minyak Kelapa :: Pembuatan Minyak Kelapa Dari Santan Secara Enzimatis Menggunakan Enzim Papain Dengan Penambahan Ragi Tempe

Contoh Penelitian Minyak Kelapa

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Tentang Minyak Kelapa dengan judul "Pembuatan Minyak Kelapa Dari Santan Secara Enzimatis Menggunakan Enzim Papain Dengan Penambahan Ragi Tempe" yang disusun oleh sobat Intan Deasy Ariwianti dan sobat Kristina Ari Cahyani (Lab. Mikrobiologi, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Kelapa Parut :: Kajian Teknologi Pembuatan Kelapa Parut Kering Yang Bermutu Dan Berdaya Simpan Tinggi".semoga bermanfaat.


PEMBUATAN MINYAK KELAPA DARI SANTAN SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN ENZIM PAPAIN DENGAN PENAMBAHAN RAGI TEMPE
Intan Deasy Ariwianti (L2C306036); Kristina Ari Cahyani (L2C306038)
Lab. Mikrobiologi, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Jln.Prof. Sudarto SH, Tembalang, Semarang 50239
Telp.(024)7460058

ABSTRAK
Proses enzimatis adalah salah satu alternatif dalam pembuatan minyak kelapa, karena mudah didapatkan, efisien dalam penggunaannya, dan murah harganya. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh pada proses enzimatis dalam pembuatan minyak kelapa. Pembuatan minyak kelapa dimulai dengan membuat santan, kemudian santan dicampur dengan sari buah pepaya muda, ragi tempe dan asam cuka sesuai dengan variabel yang telah ditentukan. Apabila waktu fermentasi yang telah ditentukan dicapai maka minyak diambil dengan menggunakan sentrifuge dan dilakukan analisa minyak Dari hasil analisa dapat diambil kesimpulan bahwa pembuatan minyak kelapa dapat dilakukan secara enzimatis dengan menggunakan enzim papain dari yang berasal dari sari buah pepaya muda. Pembuatan minyak kelapa dengan variable 3 hari, pH fermentasi 4 dan perbandingan volume santan dengan sari buah pepaya 1:0.75 menghasilkan minyak dengan jumlah rendemen yang lebih banyak dibandingkan dengan variable yang lain yaitu 12,29%. Perlakuan dengan lama waktu fermentasi dan pH awal larutan fermentasi yang berbeda setelah dianalisa secara statistik berpengaruh terhadap: pH minyak setelah fermentasi dan rendemen minyak yang dihasilkan dan tidak berpengaruh terhadap bilangan penyabunan, berat jenis minyak dan kadar air minyak.

Kata kunci : Enzim Papain, Santan Kelapa, Enzimatis

ABSTRACT
Process enzimatis is one of its way out alternative, because is easy to got, efficient and cheaper. Purpose in this research is to find influence of variables on enzimatis process on coconut oil production. the change variable in process enzimatis . Making of palm oil started madely coconut milk, afterwards the coconut milk mixed with a young papaya juice, yeast ‘tempe’ and acetate as according to variable which have been determined. If time that have determined reached hence the oil taken by using sentrifuge and conducted by a oil analysis. From analysis result can be taken by conclusion that making of palm can be use process enzimatis with enzim papain from a young papaya. Making of palm oil by variable 3 day, pH ferment 4 and the comparison volume of coconut milk with papaya juice 1:0.75 yielding oil with amount rendemen which is more amount compared to by other variable that is 12,29%. Treatment with time and early pH with different ferment after statistically analysed have an effect on oil pH after ferment and oil rendemen yield and dont have an effect to lathering number, specific gravity oil and disposal water.

Keyword : Enzyme Papain, Coconut milk, Enzimatis.

1. PENDAHULUAN
Pembuatan minyak kelapa secara umum dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kering dan cara basah. Cara kering yaitu dengan cara mengepres kopra dan mutu minyak yang dihasilkan ditentukan oleh mutu kopra dan proses pemurnianya. Sedangkan cara basah, minyak didapatkan dengan membuat santan yang lebih kental dengan cara tradisional (teknik pengolahan dengan pemanasan), dan dengan teknik pengolahan tanpa pemanasan (fermentasi, enzimatik). Ekstraksi minyak kelapa secara basah (wet rendering) menggunakan enzim papain dari buah pepaya muda dengan penambahan asam cuka dalam proses enzimatis adalah salah satu alternatif jalankeluarnya, karena buah pepaya dan asam cuka mudah didapatkan, efisien dalam penggunaannya dan murah harganya.

Produksi minyak kelapa dengan bantuan buah pepaya atau papain menghindari pemanasan berlebih. Sebab, tanpa pemanasan pun 'pengikat' antara minyak dan air telah rusak. Enzim papain mendegradasi komponen protein dan memecah dinding sel santan sehingga minyak terpisah dari air. Papain yang merusak protein itu tidak hanya terdapat di bagian buah, tetapi juga di batang dan daun pepaya. Buah kelapa yang biasa digunakan adalah buah kelapa yang sudah berumur 12 -13 bulan, hal itu dilakukan agar diperoleh minyak yang banyak. Untuk mendapatkan hasil minyak yang maksimal ditambahkan enzim papain dan ragi tempe, dimana enzim ini diperoleh dari sari buah pepaya yang masih muda. Pengambilan enzim papain ini dilakukan dengan menghaluskan buah pepaya muda menggunakan blender. Buah pepaya yang digunakan biasanya yang masih berumur sekitar 3 minggu, dengan pertimbangan karena pada umur 3 minggu kandungan enzim papain dalam buah pepaya jumlahnya banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel berubah terhadap analisa sifat fisik dan kimia dari minyak yang dihasilkan.

2. BAHAN DAN METODE PERCOBAAN
Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain kelapa parut, Aquadest, Buah Pepaya muda, cuka asam, dan ragi tempe sebanyak 0,2 gram. Selain itu dalam penelitian ini juga mengunakan KOH 0,5 N, HCL 0,1 N, Indikator PP 1 %, Alkohol 95 %, NaOH 0,1 N sebagai bahan dalam analisa produk minyak yang dihasilkan.

Penetapan Variabel
Penelitian ini ditetapkan variable berubah, yaitu : waktu enzimatis 1,2,3,4 hari, perbandingan volume sari buah pepaya: santan kelapa = 1:0,25; 1:0,5; 1:0,75 dan pH proses enzimatis dengan penambahan asam cuka pH= 4 dan 5, tanpa penambahan asam cuka pH= 6. Selain itu dipergunakan variable tetap yaitu: volume buah pepaya (37.5 ml , 75 ml , 112.5 ml), volume santan kelapa (150 ml = 146,7 gram), suhu proses enzimatis (suhu kamar), dan berat ragi tempe = 0.2 gram.

Selengkapnya mengenai Contoh Penelitian Minyak Kelapa diatas, silakan sobat jurnal pendidikan download, format pdf (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Minyak Kelapa. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

1 komentar: