Kamis, 13 September 2012

Contoh Penelitian Tentang Buah Jengkol :: Studi Potensi Rodentisida Nabati Biji Jengkol Untuk Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Jagung

Contoh Penelitian Buah Jengkol

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Tentang Buah Jengkol dengan judul "Studi Potensi Rodentisida Nabati Biji Jengkol Untuk Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Jagung" yang disusun oleh sobat Terry Pakki, Muhammad Taufik dan sobat A.M. Adnan. atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Jengkol :: Aktivitas Penangkap Radikal Ekstrak Ethanol 70% Biji Jengkol (Archidendron jiringa)".semoga bermanfaat.


STUDI POTENSI RODENTISIDA NABATI BIJI JENGKOL UNTUK PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA TANAMAN JAGUNG
Terry Pakki (1), Muhammad Taufik (1),dan A.M. Adnan (2)
(1). Jurusan Agroteknologi, Konsentrasi Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
(2). Balai Penelitian Tanaman Serealia

Abstrak.
Salah satu jenis hama yang cukup penting dan menjadi kendala dalam pembudidayaan tanaman termasuk jagung adalah tikus. Berbagai teknik pengendalian telah dilakukan oleh masyarakat petani seperti kultur teknis, sanitasi, maupun secara fisik dan biologis namun teknik-teknik pengendalian tersebut tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap menurunnya populasi dari hama tersebut. Begitu pula halnya dengan pengendalian kimiawi yang menggunakan bahan-bahan kimia baik berupa umpan beracun, bahan fumigant, penolak dan penarik maupun pemandul. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh cairan biji jengkol (Pithecolobium lobatum) sebagai rodentisida nabati terhadap lama hidup mencit putih. Penelitian disusun dalam tabulasi sederhana dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit perlakuan. Setiap unit menggunakan 1 ekor mencit putih sebagai hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rodentisida nabati berbahan aktif biji jengkol berpengaruh terhadap lama hidup mencit putih yang berarti bahwa rodentisida nabati ini berpeluang untuk dijadikan pengendalian hayati tikus pada jagung.

Kata Kunci : Potensi, rodentisida, biji jengkol, hama jagung

PENDAHULUAN
Salah satu jenis hama yang cukup penting dan menjadi kendala dalam pembudidayaan tanaman termasuk jagung adalah tikus. Tikus adalah satwa liar yang seringkali berasosiasi dengan kehidupan manusia. Sebagai hama, tikus mampu merusak tanaman budidaya dalam waktu singkat dan menimbulkan kehilangan hasil dalam jumlah besar sejak di persemaian, pertanaman sampai di tempat penyimpanan/gudang (hama pasca panen), walaupun hal tersebut dilakukan oleh beberapa ekor tikus saja. Dengan demikian, kerugian yang dialami oleh petani seringkali tidak terduga dan mengakibatkan kerugian yang besar (Priyambodo, 1995; Rukmana dan Sugandi, 1997).

Berbagai teknik pengendalian telah dilakukan oleh masyarakat petani seperti kultur teknis, sanitasi, maupun secara fisik dan biologis. Namun teknik-teknik pengendalian tersebut tidak selalu memberikan pengaruh yang besar terhadap menurunnya populasi dari hama tersebut. Begitu pula halnya dengan pengendalian kimiawi yang menggunakan bahan-bahan kimia baik berupa umpan beracun, bahan fumigan, penolak dan penarik maupun pemandul.

Pengendalian kimiawi nampaknya dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding teknik lain, namun bahan-bahan kimia yang digunakan membahayakan bagi makhluk hidup lain yang bukan sasaran seperti manusia atau hewan piaraan. Untuk menghadapi hama tikus petani sering menggunakan metode yang tidak tepat untuk mereduksi dampak kerusakan tikus dengan mengunakan bahan kimia yang berbahaya yang dapat menyebabkan resiko pada spesies non target dan lingkungan dan secara umum pengembalian investasi pengendalian yang rendah (Singleton 2003). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mencari alternatif pengendalian yang relatif aman. Menurut Pitojo (1992), bau jengkol dapat digunakan untuk menghalau tikus. Air bekas rendaman biji jengkol yang direbus atau sebelum direbus, mempunyai bau ureum yang sangat menusuk. Air tersebut dapat digunakan sebagai penghalau tikus, dengan cara dimasukkan ke dalam lubang aktif tikus. Lubang tikus itu ternyata kemudian ditinggalkan dan tidak dihuni lagi. Hal ini diduga karena selain kandungan ureum, terdapat pula unsur belerang (sulfur) yang diikat oleh asam jengkolat yang terlarut di air rendaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh cairan biji jengkol (Pithecolobium lobatum) sebagai rodentisida nabati terhadap lama hidup mencit putih. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan pembanding bagi peneliti selanjutnya.

Selengkapnya mengenai contoh penelitian buah jengkol diatas, silakan sobat jurnal pendidikan download, format pdf (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Jengkol. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

0 komentar:

Poskan Komentar