Senin, 19 November 2012

Contoh Penelitian Buah Mentimun :: Uji daya antikalkuli perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan dengan metode Kalkuli

Contoh Penelitian Tentang Buah Mentimun

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Mentimun dengan judul "Uji daya antikalkuli perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan dengan metode Kalkuli" yang disusun oleh sobat Sumi Wijaya dan sobat Farida L. Darsono. atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Mengkudu :: Mempelajari Karakteristik Sari Buah Dari Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Yang Dihasilkan Melalui Fermentasi [Characteristic of Noni (Morinda citrifolia Linn) Fruit Juice Produced by Fermentation]".semoga bermanfaat.

contoh penelitian, buah mentimun, penelitian tentang buah, penelitian mentimun, penelitian terbaru, penelitian ilmiah, mentimun, ketimun

Uji daya antikalkuli perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan dengan metode Kalkuli

Antiurolitihatic potency of Ketimun juice (Cucumis sativus L.) on white male rats using Kalkuli method

Sumi Wijaya dan Farida L. Darsono
Fakultas Farmasi Unika Widya Mandala Surabaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikalkuli dari perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan yang telah diinduksi dengan Hidroksiprolin dengan dosis 2.5 g/Kg BB. Hewan coba diberi perasan ketimun 20 % 1,5 ml/100 g BB dan aquadest 1,5 ml/100 g BB pada kelompok kontrol.

Parameter yang diujikan meliputi analisis karakteristik ginjal yang meliputi warna, bentuk, ukuran ginjal serta ratio bobot ginjal/200 g bobot badan dan analisis urin 24 jam yang meliputi pH, volume urin 24 jam dan kadar kalsium urin pada hari ke-1 dan ke-3. Uji dilakukan dengan lima replikasi.

Data hasil penelitian diuji dengan uji t satu arah. Dari data yang diperoleh didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, dimana perasan buah Ketimun dapat menurunkan kadar kalsium urin, meningkatkan volume air seni 24 jam, menurunkan pH air seni dan menurunkan ratio bobot ginjal per 200 gram berat badan (p<0,05)

Kata kunci : ketimun, antikalkuli, hidroksiprolin, cucumis sativus L.

Abstract
The aim of this research was to know the antiurolitihatic activities of Ketimun juice (Cucumis sativus L.) on white male rats which have been induced with hydroxyproline 30 % with a dose of 2,5 g/Kg BW. The 20% Ketimun juice (1.5 ml/100 g BW) and distilled water 1.5 ml/100 g BW were given the test animals orally.

The parameter tests were characteristics of the kidney : the colour, shape, size and ratio of kidney weight /200 g BW and 24 hour urine on the first and the third days which included pH, 24 hour urine volumes and the calcium content in the urine.

The data were analyzed using one sampel t-test. There were significant differences (p<0,05) between control and the treatment groups The significant differences were that Ketimun juice can reduce the calcium content on the urine, pH urine and the ratio of kidney weight /200 g BW and increase the volume of the 24 hours urine.

Key Words : ketimun, antiurolithiatic, hydroxyproline, cucumis sativus L.

Pendahuluan
Dewasa ini kemajuan ilmu pengetahuan dibidang pengobatan maju pesat seiring dengan kemajuan teknologi, namun penggunaan obat tradisional masih banyak digemari oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan obat tradisional mempunyai banyak keuntungan, antara lain: harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau masyarakat luas, praktis dalam pemakaian, bahan baku yang mudah diperoleh dan disamping itu efek samping obat tradisional yang sejauh ini dianggap lebih kecil daripada efek samping obat sintetik (Sofowara and Abayomi, 1982).

Salah satu bentuk pengobatan dengan obat tradisional adalah penyakit Kencing Batu yang banyak dijumpai dalam masyarakat. Contoh berbagai tanaman yang digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit ini adalah Kumis Kucing, Meniran, Pecut Kuda, Sambiloto, Ketimun, Pare dan lain-lain (Soeryosaputro, 1977).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikalkuli dari tanaman yang digunakan, dimana tanaman tersebut adalah buah Ketimun (Cucumis sativus L.) yang diyakini oleh masyarakat dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit batu ginjal. Penelitian kali ini tidak hanya difokuskan pada efek diuresis dari buah Ketimun, tapi juga aktivitas buah Ketimun tersebut sebagai antikalkuli.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode induksi kalkuli, yang sebelumnya oleh Tania Arauko telah dilakukan penelitian pendahuluan dengan menggunakan hewan coba tikus putih yang dapat membuktikan bahwa induksi senyawa-senyawa tertentu (yang berupa protein) dapat menginduksi pertumbuhan batu ginjal. Penelitian pendahuluan tersebut menggunakan parameter antara lain meliputi analisis karakteristik ginjal dengan cara menghitung kadar kalsium dan pH urine 24 jam (Arauko, 1998). Berdasarkan penelitian penda-huluan tersebut, maka dilakukan penelitian efek antikalkuli terhadap buah Ketimun yang diyakini memiliki efek antikalkuli dengan menggunakan hidroksiprolin sebagai inducer batu ginjal.

Hidroksiprolin merupakan suatu protein, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternative sebagai inducer kalkuli. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya telah memberikan hasil bahwa Hidroksiprolin yang diinjeksikan ke hewan coba dengan dosis 2.5 g/Kg BB dapat menginduksi terjadinya batu ginjal (Debora, 1997)

Metodologi
Bahan
Buah Ketimun (Cucumis sativus L.), Hidroksiprolin (Sigma, St. Louis, USA), kit pengukuran kadar kalsium (E.Merck Spectroquant 14815, Darmstadt, Germany), Nacl 0.9.% steril (Otsu, Lawang, Indonesia), Na Hidrogen Fosfat (Merck, Darmstadt, Germany), Amonium Klorida (Merck, Darmstadt, Germany), HCl 1 N p.a. (Merck, Darmstadt, Germany).

Alat
Alat timbang tikus, Alat timbang elektrik (Sartorius, Groningen, Germany), Jangka sorong, Spektrofotometer (Cecil, Cambrigde, England), Kaca pembesar, Seperangkat alat bedah tikus, alat dan jarum suntik oral.

Tahapan Penelitian
Penyiapan Perasan Buah Ketimun Buah Ketimun dicuci bersih, lalu dianginanginkan. Kulit buah tidak dikupas sedangkan biji dari buah ketimun tersebut tidak digunakan/ dibuang. Selanjutnya buah diiris tipis-tipis lalu diblender sampai halus.

Penginduksian Kalkuli pada Hewan Coba (Anonim, 1993 )
Tikus sebanyak 30 ekor ditimbang, kemudian dikelompokkan secara acak dalam tiga kelompok. Kelompok I adalah kelompok kontrol yang tidak menerima induksi pembentukan batu ginjal, sedangkan kelompok II, dan III adalah kelompok uji yang akan menerima induksi batu ginjal yang disuntik dengan Hidroksiprolin dosis tunggal 2.5 g/Kg bobot tubuh secara intraperitoneal. Kelompok II diberi sediaan berupa air suling 1,5 ml/100g BB dan kelompok III diberi sediaan perasan buah Ketimun 20% (1,5 ml/100g BB). Setelah 24 jam, sediaan uji dan air suling diberikan secara peroral pada masing-masing kelompok. Sediaan uji dan aquadest tersebut diberikan selama 3 hari berturut-turut. Setelah 3 hari, air seni pada hari ketiga (air seni 24 jam) ditampung. Selanjutnya semua tikus ditimbang lalu dikurbankan dengan cara dislokasi tulang leher. Secara hati-hati kedua ginjal diambil dan kemudian dilakukan analisis ginjal.

Analisis karakteristik ginjal
Masing-masing ginjal ditimbang, diukur panjang, dan tebal dengan jangka sorong, serta dicatat karakteristik bentuk dan warna ginjal. Dihitung juga ratio bobot ginjal/bobot tikus.

Selengkapnya mengenai penelitian buah mentimun diatas, silakan sobat download, filetype:pdf (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Mentimun. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam

0 komentar:

Poskan Komentar