Jumat, 30 November 2012

Contoh Penelitian Buah Murbei :: MORFOLOGI TANAMAN HIBRID MURBEI DI PURWOBINANGUN YOGYAKARTA

Contoh Penelitian Tentang Buah Murbei

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Murbei dengan judul "MORFOLOGI TANAMAN HIBRID MURBEI DI PURWOBINANGUN YOGYAKARTA" yang disusun oleh sobat Sugeng Pudjiono dan sobat Sendy Septina. atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Mentimun :: Uji daya antikalkuli perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan dengan metode Kalkuli".semoga bermanfaat.

contoh penelitian, buah murbei, penelitian tentang buah, penelitian murbei, penelitian terbaru, penelitian ilmiah, murbei





Note:
1. untuk zoom-in dan zoom-out manfaatkan ikon-ikon yang terletak di pojok kanan atas
2. untuk download Contoh Penelitian Buah Murbei diatas, filetype:doc (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Murbei. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam
»»  read more

Senin, 19 November 2012

Contoh Penelitian Buah Mentimun :: Uji daya antikalkuli perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan dengan metode Kalkuli

Contoh Penelitian Tentang Buah Mentimun

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Mentimun dengan judul "Uji daya antikalkuli perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan dengan metode Kalkuli" yang disusun oleh sobat Sumi Wijaya dan sobat Farida L. Darsono. atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Mengkudu :: Mempelajari Karakteristik Sari Buah Dari Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Yang Dihasilkan Melalui Fermentasi [Characteristic of Noni (Morinda citrifolia Linn) Fruit Juice Produced by Fermentation]".semoga bermanfaat.

contoh penelitian, buah mentimun, penelitian tentang buah, penelitian mentimun, penelitian terbaru, penelitian ilmiah, mentimun, ketimun

Uji daya antikalkuli perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan dengan metode Kalkuli

Antiurolitihatic potency of Ketimun juice (Cucumis sativus L.) on white male rats using Kalkuli method

Sumi Wijaya dan Farida L. Darsono
Fakultas Farmasi Unika Widya Mandala Surabaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikalkuli dari perasan buah ketimun (Cucumis sativus L.) terhadap tikus putih jantan yang telah diinduksi dengan Hidroksiprolin dengan dosis 2.5 g/Kg BB. Hewan coba diberi perasan ketimun 20 % 1,5 ml/100 g BB dan aquadest 1,5 ml/100 g BB pada kelompok kontrol.

Parameter yang diujikan meliputi analisis karakteristik ginjal yang meliputi warna, bentuk, ukuran ginjal serta ratio bobot ginjal/200 g bobot badan dan analisis urin 24 jam yang meliputi pH, volume urin 24 jam dan kadar kalsium urin pada hari ke-1 dan ke-3. Uji dilakukan dengan lima replikasi.

Data hasil penelitian diuji dengan uji t satu arah. Dari data yang diperoleh didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, dimana perasan buah Ketimun dapat menurunkan kadar kalsium urin, meningkatkan volume air seni 24 jam, menurunkan pH air seni dan menurunkan ratio bobot ginjal per 200 gram berat badan (p<0,05)

Kata kunci : ketimun, antikalkuli, hidroksiprolin, cucumis sativus L.

Abstract
The aim of this research was to know the antiurolitihatic activities of Ketimun juice (Cucumis sativus L.) on white male rats which have been induced with hydroxyproline 30 % with a dose of 2,5 g/Kg BW. The 20% Ketimun juice (1.5 ml/100 g BW) and distilled water 1.5 ml/100 g BW were given the test animals orally.

The parameter tests were characteristics of the kidney : the colour, shape, size and ratio of kidney weight /200 g BW and 24 hour urine on the first and the third days which included pH, 24 hour urine volumes and the calcium content in the urine.

The data were analyzed using one sampel t-test. There were significant differences (p<0,05) between control and the treatment groups The significant differences were that Ketimun juice can reduce the calcium content on the urine, pH urine and the ratio of kidney weight /200 g BW and increase the volume of the 24 hours urine.

Key Words : ketimun, antiurolithiatic, hydroxyproline, cucumis sativus L.

Pendahuluan
Dewasa ini kemajuan ilmu pengetahuan dibidang pengobatan maju pesat seiring dengan kemajuan teknologi, namun penggunaan obat tradisional masih banyak digemari oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan obat tradisional mempunyai banyak keuntungan, antara lain: harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau masyarakat luas, praktis dalam pemakaian, bahan baku yang mudah diperoleh dan disamping itu efek samping obat tradisional yang sejauh ini dianggap lebih kecil daripada efek samping obat sintetik (Sofowara and Abayomi, 1982).

Salah satu bentuk pengobatan dengan obat tradisional adalah penyakit Kencing Batu yang banyak dijumpai dalam masyarakat. Contoh berbagai tanaman yang digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit ini adalah Kumis Kucing, Meniran, Pecut Kuda, Sambiloto, Ketimun, Pare dan lain-lain (Soeryosaputro, 1977).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antikalkuli dari tanaman yang digunakan, dimana tanaman tersebut adalah buah Ketimun (Cucumis sativus L.) yang diyakini oleh masyarakat dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit batu ginjal. Penelitian kali ini tidak hanya difokuskan pada efek diuresis dari buah Ketimun, tapi juga aktivitas buah Ketimun tersebut sebagai antikalkuli.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode induksi kalkuli, yang sebelumnya oleh Tania Arauko telah dilakukan penelitian pendahuluan dengan menggunakan hewan coba tikus putih yang dapat membuktikan bahwa induksi senyawa-senyawa tertentu (yang berupa protein) dapat menginduksi pertumbuhan batu ginjal. Penelitian pendahuluan tersebut menggunakan parameter antara lain meliputi analisis karakteristik ginjal dengan cara menghitung kadar kalsium dan pH urine 24 jam (Arauko, 1998). Berdasarkan penelitian penda-huluan tersebut, maka dilakukan penelitian efek antikalkuli terhadap buah Ketimun yang diyakini memiliki efek antikalkuli dengan menggunakan hidroksiprolin sebagai inducer batu ginjal.

Hidroksiprolin merupakan suatu protein, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternative sebagai inducer kalkuli. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya telah memberikan hasil bahwa Hidroksiprolin yang diinjeksikan ke hewan coba dengan dosis 2.5 g/Kg BB dapat menginduksi terjadinya batu ginjal (Debora, 1997)

Metodologi
Bahan
Buah Ketimun (Cucumis sativus L.), Hidroksiprolin (Sigma, St. Louis, USA), kit pengukuran kadar kalsium (E.Merck Spectroquant 14815, Darmstadt, Germany), Nacl 0.9.% steril (Otsu, Lawang, Indonesia), Na Hidrogen Fosfat (Merck, Darmstadt, Germany), Amonium Klorida (Merck, Darmstadt, Germany), HCl 1 N p.a. (Merck, Darmstadt, Germany).

Alat
Alat timbang tikus, Alat timbang elektrik (Sartorius, Groningen, Germany), Jangka sorong, Spektrofotometer (Cecil, Cambrigde, England), Kaca pembesar, Seperangkat alat bedah tikus, alat dan jarum suntik oral.

Tahapan Penelitian
Penyiapan Perasan Buah Ketimun Buah Ketimun dicuci bersih, lalu dianginanginkan. Kulit buah tidak dikupas sedangkan biji dari buah ketimun tersebut tidak digunakan/ dibuang. Selanjutnya buah diiris tipis-tipis lalu diblender sampai halus.

Penginduksian Kalkuli pada Hewan Coba (Anonim, 1993 )
Tikus sebanyak 30 ekor ditimbang, kemudian dikelompokkan secara acak dalam tiga kelompok. Kelompok I adalah kelompok kontrol yang tidak menerima induksi pembentukan batu ginjal, sedangkan kelompok II, dan III adalah kelompok uji yang akan menerima induksi batu ginjal yang disuntik dengan Hidroksiprolin dosis tunggal 2.5 g/Kg bobot tubuh secara intraperitoneal. Kelompok II diberi sediaan berupa air suling 1,5 ml/100g BB dan kelompok III diberi sediaan perasan buah Ketimun 20% (1,5 ml/100g BB). Setelah 24 jam, sediaan uji dan air suling diberikan secara peroral pada masing-masing kelompok. Sediaan uji dan aquadest tersebut diberikan selama 3 hari berturut-turut. Setelah 3 hari, air seni pada hari ketiga (air seni 24 jam) ditampung. Selanjutnya semua tikus ditimbang lalu dikurbankan dengan cara dislokasi tulang leher. Secara hati-hati kedua ginjal diambil dan kemudian dilakukan analisis ginjal.

Analisis karakteristik ginjal
Masing-masing ginjal ditimbang, diukur panjang, dan tebal dengan jangka sorong, serta dicatat karakteristik bentuk dan warna ginjal. Dihitung juga ratio bobot ginjal/bobot tikus.

Selengkapnya mengenai penelitian buah mentimun diatas, silakan sobat download, filetype:pdf (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Mentimun. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam
»»  read more

Rabu, 14 November 2012

Contoh Penelitian Buah Mengkudu :: Mempelajari Karakteristik Sari Buah Dari Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Yang Dihasilkan Melalui Fermentasi [Characteristic of Noni (Morinda citrifolia Linn) Fruit Juice Produced by Fermentation]

Contoh Penelitian Tentang Buah Mengkudu

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Mengkudu dengan judul "Mempelajari Karakteristik Sari Buah Dari Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) Yang Dihasilkan Melalui Fermentasi [Characteristic of Noni (Morinda citrifolia Linn) Fruit Juice Produced by Fermentation]" yang disusun oleh sobat Hardoko, sobat Adolf Parhusip, dan sobat Ivonne P. Kusuma. atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Melon :: Identifikasi Berat Diameter Dan Tebal Daging Buah Melon (cucumis melo, l.) Kultivar Action 434 Tetraploid Akibat Perlakuan Kolkisin".semoga bermanfaat.

contoh penelitian, penelitian tentang buah, penelitian terbaru, penelitian ilmiah

MEMPELAJARI KARAKTERISTIK SARI BUAH DARI MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn.) YANG DIHASILKAN MELALUI FERMENTASI [Characteristic of Noni (Morinda citrifolia Linn) Fruit Juice Produced by Fermentation]

Hardoko1) , Adolf Parhusip 2) , dan Ivonne P. Kusuma 3)
1) Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang, Jl. Veteran Malang & Dosen tamu Teknol. Pangan UPH
2) Unika St. Thomas, Jl. Setia Budi 479 Tanjungsari Medan 20132
3)Alumni Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci Tangerang

ABSTRACT
Fermentation is one of the methods to get noni juice. In this research, noni is fermented in hanged system and submerged system for 1, 2, 3, and 4 weeks. The result showed the longer fermentation increased pH, alcohol content, turbidity, viscosity, microbial content, and decrease ascorbic acid and acid content, soluble solid content, color and flavor acceptance. Differennt system fermentation affected percent yield, soluble solid content, turbidity of juice, panels opinion to color significantly. Noni juice of submerged system has higher percent yield, higher soluble solid content, turbidity, but provided lighter color than noni juice of hanged system. Juice of submerged system is better than hanged system. Juice from three weeks fermentation indicated changes of metabolism activity which is shown by some characteristic changes. Fruit juice made by submerged fermentation system had more diverse compounds than fruit juice without fermentation.

Key words : Noni juice, fermentation

PENDAHULUAN
Tanaman mengkudu telah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Tanaman ini merupakan tumbuhan perdu yang berasal dari Tahiti dan Hawai. Masyarakat tradisional Hawaii memperoleh sari buah mengkudu dengan cara fermentasi spontan. Tetapi akhir-akhir ini mengkudu telah banyak diolah menjadi berbagai macam jenis produk seperti sari buah (tanpa fermentasi), sirup, tablet dan kapsul yang dipromosikan sebagai minuman atau makanan kesehatan.

Salah satu faktor yang menjadi kelemahan produk mengkudu adalah aroma dan rasanya yang menyengat dan kurang disukai oleh masyarakat. Dalam hal ini banyak produk mengkudu yang beredar dipasaran menutupi aroma dan rasa alami yang kurang disukai dengan cara pengenceran, penambahan zat-zat lain seperti asam, gula dan flavor tetapi ada juga yang memodifikasi menjadi bentuk lain. Cara lain yang barangkali dapat dilakukan untuk menekan dan mengurangi aroma dan rasa yang tidak enak adalah dengan proses fermentasi. Namun prosesnya belum banyak dilaporkan atua dipublikasikan, sehingga proses fermentasi sebagai salah satu proses pengolahan dapat dijadikan alternatif lain dalam diversifikasi produk mengkudud sebagai minuman kesehatan.

Pada penelitian ini sistem fermentasi dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ada dua kondisi yang berbeda yaitu buah terendam dengan sari buah (sistem tergenang), dan buah terpisah dengan sari buah selama proses fermentasi (sistem tergantung). Proses fermentasi dilakukan selama satu hingga empat minggu.

Secara umum dari penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik sari buah dari buah mengkudu yang difermentasi.

METODOLOGI
Bahan
Bahan-bahan utama dalam penelitian adalah buah mengkudu matang yang diperoleh dari Pasar Lama, Tangerang, panjang minimal 8 cm dan berat minimal 120 gram per buah. Bahan-bahan untuk analisis adalah PCA, petroleum eter, sodium thiosulfat, kalium sulfat, asam sulfat, sodium sulfat, Hg, Zn, Natrium hidroksida, asbes, larutan dye, HPO3 , indikator fenolftalein, dan asam oksalat.

Metode
Penelitian ini dibagi dalam 2 tahap penelitian yaitu tahap untuk menentukan suhu blansir terbaik dengan waktu blansir 2,5 menit, dan tahap untuk mengetahui pengaruh dari sistem dan lama fermentasi terhadap karakteristik sari buah. Suhu blansir yang digunakan 60, 65, 70, 75, dan 80 C dan kontrol buah tanpa blansir. Sari buah yang diperoleh dianalisis dengan parameter uji organoleptik warna buah, tekstur buah pada hari-1 dan 2, dan warna sari buah; analisis proksimat (AOAC, 1995); analisis vitamin C (AOAC, 1995); GC-MS (Gas Chromatography-Massa Spectra ) sari buah (Houghton, 1998).

Penelitian tahap selanjutnya dilakukan fermentasi dengan perlakuan A (lama fermentasi selama 1, 2, 3, dan 4 minggu) dan perlakuan B (sistem fermentasi tergantung dan tergenang ). Buah matang hasil sortasi dan grading diblansir dengan suhu terbaik hasil penelitian tahap I selama 2.5 menit, selanjutnya difermentasi spontan anaerob sesuai perlakuan. Buah yang telah selesai difermentasi dipress untuk memperoleh sari buah dan selanjutnya disaring. Parameter uji dalam penelitian ini adalah rendemen sari buah (Muchtadi, 1997), kadar vitamin C (AOAC, 1995), kadar alkohol (AOAC, 1995), pH cairan (Vine,1981), total asam tertitrasi (AOAC, 1995), viskositas (AOAC, 1995), kekeruhan (Toyo Engineering Corporation, 1984), uji organoleptik: warna, kekeruhan, dan aroma, total padatan terlarut (AOAC,1995), uji mikrobiologi (Fardiaz,1993), analisis kualitatif dengan GC-MS pada sari buah terpilih.

Selengkapnya mengenai contoh penelitian buah Mengkudu diatas, silakan sobat download, filetype:pdf (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Mengkudu. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam
»»  read more

Contoh Penelitian Buah Melon :: Identifikasi Berat Diameter Dan Tebal Daging Buah Melon (cucumis melo, l.) Kultivar Action 434 Tetraploid Akibat Perlakuan Kolkisin

Contoh Penelitian Tentang Buah Melon

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Melon dengan judul "Identifikasi Berat Diameter Dan Tebal Daging Buah Melon (cucumis melo, l.) Kultivar Action 434 Tetraploid Akibat Perlakuan Kolkisin" yang disusun oleh sobat Y. Ulung Anggraito (FMIPA Universitas Negeri Semarang). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Markisa :: Kinetika Perubahan Lama Larut Tablet Effervescent Sari Buah Markisa Selama Penyimpanan".semoga bermanfaat.


IDENTIFIKASI BERAT, DIAMETER, DAN TEBAL DAGING BUAH MELON (Cucumis melo, L.) KULTIVAR ACTION 434 TETRAPLOID AKIBAT PERLAKUAN KOLKISIN
Y. Ulung Anggraito
Jurusan Biologi Gd. D1 Lt. 1 FMIPA Universitas Negeri Semarang 50229

ABSTRACT
Indonesian farmers are very dependence on certificated seed from another countries. In the other side the natural resources and men powers very abundance. For these reason it is properly developed the research in agriculture sector, especially on plants breeding. It can be hoped that in the future the dependence on certificated seed from another countries can be minimized. The objective of this research were: (1) to find out the concentration and dipping period which is effective to induce polyploid in musk melon plant, (2) identify the weight, diameter, dan flesh thickness of tetraploid musk melon as result of colchicines treatment. The sample of this research was Action 434 musk melon cultivar, product of Chia-Thai Seed, Thailand. The number of sample was 480 plants, which plants on field randomly. There were four colchicines concentration as an independent variable: 0.0%, 0.05%, 0.10% and 0.2%. The dipping period were 12, 16, 20, and 24 hours for each concentration respectively. Completely Random Design was used in three replications. Data measurement were analyzed with Two Way ANOVA, DMRT, and LSD. From this research can be concluded that: (1) 0.2 % colchicines is the most effective concentration to induce polyploid on musk melon, with dipping period effective varied from 16–24 hours, (2) there are changes in weight, diameter, and flesh thickness characters, with the increased tendency of each character in definite norm.

Key words: musk melon, colchicines, tetraploid

PENGANTAR
Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, namun di sisi yang lain tingkat ketergantungan terhadap pengadaan benih unggul masih sangat tinggi. Untuk itu perlu dilakukan suatu gerakan pemberdayaan manusia Indonesia untuk mengolah segala sumber daya alam yang dimiliki secara bijaksana. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan kegiatan penelitian di sektor pertanian, khususnya dalam bidang pemuliaan tanaman. Pemuliaan tanaman bisa dilakukan dengan berbagai cara: persilangan, mutasi, atau melalui rekayasa genetik tanaman. Pemuliaan tanaman melalui mutasi kromosom sudah banyak dilakukan, khususnya menggunakan bahan kimia yang disebut kolkisin.

Setiap tanaman memberikan tanggapan yang berbeda terhadap perlakuan kolkisin, bergantung pada konsentrasi dan lama perendaman, termasuk juga tanaman melon. Kolkisin bisa menginduksi penggandaan set kromosom, sehingga menghasilkan tanaman poliploid. Tanaman poliploid memiliki karakter morfologis yang berbeda dengan tanaman diploid. Pengenalan karakter tanaman melon poliploid sangat penting untuk menentukan apakah suatu tanaman bersifat diploid ataukah poliploid.

Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) pada konsentrasi kolkisin berapa yang efektif untuk menghasilkan melon tetraploid, (2) berapa lama waktu perendaman yang paling efektif, (3) perubahan faktor produksi apakah yang terjadi pada melon tetraploid. Dalam penelitian ini karakter yang akan diamati adalah berat buah, diameter buah, dan tebal daging buah melon.

Poliploidi adalah keadaan suatu individu yang memiliki lebih dari dua set kromosom (Welsh, 1991; Snustad et al., 1997; Griffiths et al., 1999). Saat ini sudah dikenal berbagai tanaman poliploid, misalnya kentang, pir, apel, jeruk, dan anggur. Senyawa-senyawa kimia seperti asenaften, etilmetil-klorida, dan sulfamida diketahui dapat menginduksi poliploid pada tanaman (Allard, 1988).

Ciri-ciri fisik tanaman poliploid yang umum (Griffith et al., 1999; Ramirez, 1991) adalah meningkatnya ukuran sel, laju pertumbuhan sel lambat, daun lebih tebal, bunga lebih besar dan sedikit, buah lebih besar, serta menurunnya fertilitas pada berbagai tingkat dibandingkan dengan tanaman diploid. Pada tanaman jagung poliploid memiliki fisik tanaman yang lebih besar, kokoh, dengan kandungan vitamin A yang meningkat (Crowder, 1993). Poliploidi banyak dijumpai pada berbagai macam tanaman. Avers (1989) dan Ramirez (1991) memperkirakan sekitar 47% spesies Angiospermae dan hampir 70% rerumputan bersifat poliploid.

Kolkisin adalah suatu alkaloid yang dihasilkan oleh tanaman krokus (Colchicum autumnale, L.) yang banyak ditanam di Eropa, India, dan Afrika Utara (Snustad et al, 1997). Rumus molekul kolkisin adalah C22H25O6N. Kolkisin diperdagangkan dalam bentuk serbuk halus berwarna putih. Senyawa ini memilki sifat mudah larut dalam air dan digunakan dalam konsentrasi rendah. Menurut Gunarso (1989), untuk menginduksi poliploidi pada tanaman, kolkisin efektif digunakan pada konsentrasi 0,01–1,00%, dengan lama waktu perendaman 6–72 jam. Kolkisin, efektif dalam penggunaannya karena menghasilkan persentase poliploid yang lebih tinggi dibandingkan senyawa lain, pada konsentrasi nontoksik untuk tanaman (Allard, 1988).

Gelendong pembelahan (spindle) sebagai aparatus mitosis, tersusun dari mikrotubula dalam bentuk dublet. Dublet mikrotubula tersusun dari dua buah mikrotubula singlet, sedangkan mikrotubula singlet tersusun dari protofilamen. Protofilamen merupakan polimer dari dimer protein tubulin a dan b. Kerja kolkisin pada dasarnya adalah menghambat pembentukan mikrotubula. Kolkisin akan berikatan dengan dimer tubulin a dan b, sehingga tidak terbentuk protofilamen. Dengan tidak terbentuknya protofilamen maka tidak terbentuk mikrotubula singlet dan mikrotubula dublet, yang berakibat tidak terbentuknya gelendong pembelahan. Dengan terhambatnya pembentukan spindel pembelahan, maka kromosom yang sudah dalam keadaan mengganda tidak dibagi ke arah berlawanan (Albert et al., 1991). Selain kolkisin sudah banyak senyawa antimitotik yang memiliki kemampuan sama dengan kolkisin, misalnya colcemid, nacadazole, vinblastin, dan vincristin.

Penggunaan kolkisin bisa dengan berbagai cara, misalnya imersi biji, imersi jaringan, imersi meristem, imersi akar, penetesan, pengolesan pasta, dan emulsi (Gunarso, 1989). Pada dasarnya penggunaan kolkisin sangat bergantung pada tujuan, bahan, dan luasnya penggunaan. Namun dari sekian metode yang relatif paling murah dan mudah adalah imersi (perendaman) biji. Hal yang perlu diperhatikan adalah batas konsentrasi dan lama waktu perendaman dalam kolkisin yang paling tepat untuk setiap tanaman. Karena setiap tanaman memiliki karakteristik pelindung biji yang khas, sehingga kemampuan kolkisin untuk menembus lapisan pelindung biji akan sangat bervariasi.

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui konsentrasi dan lama waktu perendaman dalam kolkisin yang efektif untuk menginduksi poliploidi pada tanaman melon, (2) mengidentifikasi perubahan faktor produksi melon tetraploid akibat perlakuan kolkisin. Karakter yang diamati adalah berat buah, diameter buah, dan tebal daging buah.

Dengan melakukan penelitian ini, diharapkan dapat: (1) memberikan informasi bagi para pemulia tanaman mengenai konsentrasi kolkisin dan lama waktu perendaman yang efektif untuk menginduksi poliploidi pada melon, (2) memberikan informasi perubahan karakter yang terjadi pada buah melon setelah perlakuan dengan kolkisin, (3) memberikan sumbangan plasma nutfah (variasi genetik) untuk pengembangan budidaya melon.

Selengkapnya mengenai contoh penelitian buah melon diatas, silakan sobat download, filetype:pdf (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Melon. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam
»»  read more

Sabtu, 10 November 2012

Contoh Penelitian Buah Markisa :: Kinetika Perubahan Lama Larut Tablet Effervescent Sari Buah Markisa Selama Penyimpanan

Contoh Penelitian Tentang Markisa

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Markisa dengan judul "Kinetika Perubahan Lama Larut Tablet Effervescent Sari Buah Markisa Selama Penyimpanan" yang disusun oleh sobat Ansar (Fakultas Pertanian, Universitas Mataram). atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Markisa Ungu :: Pemanfaatan Buah Markisa Ungu (Passiflora Edulis) Pada Usaha Kecil".semoga bermanfaat.






Note:
1. untuk zoom-in dan zoom-out manfaatkan ikon-ikon yang terletak di pojok kanan atas
2. untuk download contoh penelitian markisa diatas, filetype:doc (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Markisa. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam
»»  read more

Jumat, 09 November 2012

Contoh Penelitian Buah Markisa Ungu :: Pemanfaatan Buah Markisa Ungu (Passiflora Edulis) Pada Usaha Kecil

Contoh Penelitian Tentang Markisa Ungu

Selamat datang di blog Jurnal Pendidikan. Sobat Jurnal Pendidikan Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi artikel tentang Contoh Penelitian Buah Markisa Ungu dengan judul "Pemanfaatan Buah Markisa Ungu (Passiflora Edulis) Pada Usaha Kecil" yang disusun oleh sobat-sobat dari Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. atau mungkin sobat pendidikan ingin terlebih dahulu membaca posting sebelumnya yang membahas tentang "Contoh Penelitian Buah Mangga :: Pengaruh Kadar Cacl2 Dan Lama Perendaman Terhadap Umur Simpan Dan Pematangan Buah Mangga Arumanis".semoga bermanfaat.

contoh penelitian, penelitian tentang buah, penelitian terbaru, penelitian ilmiah

PEMANFAATAN BUAH MARKISA UNGU (PASSIFLORA EDULIS) PADA USAHA KECIL

Lestari Novalida Br, RSK Jati, A Pujianto, MA. Chrismana, AK Andrianto

PS Biologi Universitas Atma Jaya, Yogyakarta

ABSTRAK
Peningkatan kebutuhan akan gizi di dalam negeri serta peningkatan taraf hidup, usaha kecil merupakan salah satu jalan keluarnya. Khususnya untuk Markisa ungu (Passiflora edulis) bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih dari pada harus di jual dalam bentuk buah saja. Kemampuan masyarakat dalam melihat usaha-usaha apa saja yang bisa meningkatkan taraf hidup, tidak bisa muncul begitu saja. Hal tersebut harus ada dorongan dari pemerintah. Karena terbatasnya pengetahuan masyarakat dalam pengolahan buah Markisa. Dusun Jono Desa Tancep Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul merupakan wilayah yang potensial bagi budidaya Markisa karena lingkungan yang relatif cocok. Dan tanaman Markisa ini sudah sering ditanam di wilayah pekarangan rumah penduduk. Keunggulan wilayah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dipilihnya wilayah tersebut sebagai sasaran pembuatan sirup Markisa. Tujuan dari penerapan usaha kecil di Dususun Jono Desa Tancep ini adalah membantu masyarakat dalam pengolahan Buah Markisa menjadi sirup, dan membantu dalam pengemasan dan pemasaran. Dengan mengadakan penyuluhan, pemberian bantuan secara teknik, bantuan alat dan dorongan bagi masyarakat untuk berwirausaha, sehingga mampu meningkatakan pendapatan. Sosialisasi program kepada masyarakat tidak ada kendala, masyarakat Dusun Jono menanggapi dengan positif. Tahap pelaksanaan program dimulai dengan pembuatan sirup, cara pengemasan,lebeling dan pemasaran.


PENDAHULUAN
1. Analisis situasi
Masyarakat Dusun Jono, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, merupakan daerah yang belum begitu maju. Iklim untuk kewirausahaan belum begitu kuat di daerah tersebut. Hasil pendapatan berasal dari pertanian dan buruh.

Daerah ini masih memiliki lahan yang luas untuk dijadikan sebagai tempat kewirausahan. Misalnya kewirausahan untuk Markisa Ungu (Passiflora edulis). Sehingga dapat meningkatakan pendapatan masyarakat.

Kemampuan masyarakat untuk kewirausahan, kadang tidak bisa muncul begitu saja. Adanya dorongan dari pihak pemerintah dan kalangan pendidikan sangat membantu masyarakat. Hal tersebut terjadi karena terbatasnya pengetahuan masyarakat dalam usaha pemanfaatan khususnya Markisa. Hal tersebut bisa dijawab dengan membagi informasi, bimbingan dan bantuan alat kepada masyarakat.

2. Perumusan Masalah
a. Bagaimana masyarakat Dusun Jono, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul memanfaatkan hasil pertanian di wilayahnya menjadi usaha kecil?
b. Bagaimana usaha kecil di Dusun Jono, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul dapat melakukan pengolahan dan pengemasan sari markisa agar disukai konsumen?

3. Tujuan
Mendorong masyarakat Dusun Jono, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, agar mampu menciptakan usaha kecil dari pemanfaatan hasil pertanian di wilayahnya. Memberi bantuan secara teknis dan teoritis kepada masyarakat Dusun Jono dalam pengolahan dan pengemasan sari markisa serta pemasarannya.

4. Manfaat
Menghasilkan produk berupa sari markisa, yang nantinya dapat di contoh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Serta memberikan suatu solusi pengemasan, pelabelan dan dalam pengolahan sari buah markisa dilakukan dengan cara sesederhana mungkin.

TINJAUAN PUSTAKA
Sari buah adalah cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Pada prinsipnya dikenal 2 (dua) macam sari buah, yaitu : Sari buah encer (dapat langsung diminum), yaitu cairan buah yang diperoleh dari pengepresan daging buah, dilanjutkan dengan penambahan air dan gula pasir. Sari buah pekat/Sirup, yaitu cairan yang dihasilkan dari pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan proses pemekatan, baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara, dan lain-lain. Sirup ini tidak dapat langsung diminum, tetapi harus diencerkan dulu dengan air (1 bagian sirup dengan 5 bagian air). Buah-buahan yang sering diolah menjadi sari buah atau sirup antara lain : pala, pisang, jambu biji, mangga, sirsak, wortel, tomat, kueni, markisa, nangka, jahe, asam, hampir semua jenis jeruk, dan lain-lain. Sari buah atau sirup buah dapat tahan selama +3 bulan (Badan Litbang Pertanian, 1989).

Tanaman markisa berasal dari Brazil. Tanaman ini disebarkan pertama kali ke seluruh dunia oleh bangsa Spanyol. Saat ini, terdapat 2 (dua) jenis markisa, yaitu markisa ungu (Passiflora edulis) yanhg tumbuh di daratan tinggi (1200 m diatas permukaan laut/dpl) dan markisa kuning (Passiflora flavicarva) yang tumbuh di daratan rendah ( 0-800 m dpl) (Iptek, 2003)

Salah satu buah lokal yang diharapkan dapat dikembangkan menkadi buah ekspor adalah buah Markisa (Passiflora fruit atau gradilla). Buah Markisa yang ada di Indonesia ada beberapa jenis, antara lain adalah Markisa Sayur atau Erbis (Passiflora lingulari), Markisa Ungu atau siuh(Passiflora edulis) dan Markisa Kuning. Erbis tidak dibudidayakan secara komersial dan hanya dikonsumsi lokal, sedangkan konyal yang berwarna kuning banyak dijualbelikan sebagai buah segar di tempat-tempat tertentu karena rasanya cukup manis walaupun aromanya relatif tidak ada. Markisa Ungu merupakan salah satu jenis Markisa yang paling banyak dibudidayakan untuk diambil sari buahnya. Sedangkan dalam pengembangan di daerah-daerah tertentu. Sari buah Markisa Ungu mempunyai cita rasa manis-asam

Selengkapnya mengenai Contoh Penelitian Buah Markisa Ungu diatas, silakan sobat download, filetype:pdf (klik disini)

Itulah tadi posting mengenai Contoh Penelitian Tentang Buah Markisa Ungu. semoga ada guna dan manfaatnya. wassalam
»»  read more